Remuk Redam Rindu Dendam
Remuk hati ini
saat dia nyatakan
bahwa ia menyerah mengejar ini semua
Timbul rasa sesal di dada
mengapa aku memaksakan ini semua
tak pelak lemas tubuh ini
menerima kenyataan
bahwa ia harus pergi
dari apa yang ada di hatinya
Aku dihindari…
Hampir air mata ini jatuh ke bumi
Relakah aku dengan ini?
Egokah keinginanku untuk memilikinya?
Mungkin ya.
Aku egois
Aku manusia terbodoh di dunia
Namun harapku tak pernah ada akhirnya
masih tersisa rindu untuknya
telah ku ungkap
telah ku kirim semua perasaanku padanya
Cukuplah aku menangis dalam penyesalan ini
dendam akan bodohnya hatiku
Aku benci mencintaimu
apakah ada saat aku tak dapat mengingat
saat aku mengenal dia?
yang
Tempat Yang Damai
Disana…
aku melihat begitu banyak orang yang menawarkan cerita padaku
dimulai dengan keluh kesah
hingga gurau canda yg menggelitik hati
Sampai isak tangis yang menyeruak ke mataku
air mata berlinang….
Namun disana pula
hatiku dihampiri oleh rasa itu
rasa rindu terhadap yang selalu menemaniku disana
yang bagaikan seorang pangeran
memberikan kedamaian
lebih dari cinta yang kupunya
Cinta yang berbalas
namun tak dapat saling memiliki
menyedihkan…
rindu yang tak habis dalam hati ini
apakah percuma?
Sepanjang malam
aku rasakan hangatnya cinta dalam merindunya
hampir tak dapat kuungkap
dengan kata-kata….
Semoga akan ada malaikat
yang dapat membalas rasa rindunya..
Amin.
satu hati
saat ini, cintaku diuji kesetiaannya
mengapa aku bingung?
cinta datang begitu saja
namun bukan kerinduan pada sang kekasih
tapi…
rasa ingin berpaling kepada yang lain
Bodohnya aku
mengapa harus ada rasa terlarang itu?
ingin kupertahankan semua cinta yang aku punya
tapi apa daya
aku jatuh cinta padanya
Tak kuasa batinku menahan hasrat
untuk bisa bersamanya
terkadang ada dalam fikirku
‘Aku ingin bersamanya’
tapi aku telah dimiliki
oleh lelaki yang benar2 mencintaiku
aku tak tega menghancurkan impiannya
aku masih mencintainya
Tuhan apa yang harus aku lakukan?
aku tak ingin menjadi seorang pengkhianat
dan jua pengecut
terhadap jarak yang memisahkan kami berdua
Juli 19, 2008
Juli 19, 2008
Juli 17, 2008