Remuk Redam Rindu Dendam

Posted On Juli 19, 2008

Disimpan dalam Tidak terkategori

Comments Dropped one response

Remuk hati ini

saat dia nyatakan

bahwa ia menyerah mengejar ini semua

Timbul rasa sesal di dada

mengapa aku memaksakan ini semua

tak pelak lemas tubuh ini

menerima kenyataan

bahwa ia harus pergi

dari apa yang ada di hatinya

Aku dihindari…

Hampir air mata ini jatuh ke bumi

Relakah aku dengan ini?

Egokah keinginanku untuk memilikinya?

Mungkin ya.

Aku egois

Aku manusia terbodoh di dunia

Namun harapku tak pernah ada akhirnya

masih tersisa rindu untuknya

telah ku ungkap

telah ku kirim semua perasaanku padanya

Cukuplah aku menangis dalam penyesalan ini

dendam akan bodohnya hatiku

Aku benci mencintaimu

apakah ada saat aku tak dapat mengingat

saat aku mengenal dia?

yang

Tempat Yang Damai

Posted On Juli 19, 2008

Disimpan dalam Tidak terkategori

Comments Dropped leave a response

Disana…

aku melihat begitu banyak orang yang menawarkan cerita padaku

dimulai dengan keluh kesah

hingga gurau canda yg menggelitik hati

Sampai isak tangis yang menyeruak ke mataku

air mata berlinang….

Namun disana pula

hatiku dihampiri oleh rasa itu

rasa rindu terhadap yang selalu menemaniku disana

yang bagaikan seorang pangeran

memberikan kedamaian

lebih dari cinta yang kupunya

Cinta yang berbalas

namun tak dapat saling memiliki

menyedihkan…

rindu yang tak habis dalam hati ini

apakah percuma?

Sepanjang malam

aku rasakan hangatnya cinta dalam merindunya

hampir tak dapat kuungkap

dengan kata-kata….

Semoga akan ada malaikat

yang dapat membalas rasa rindunya..

Amin.

satu hati

Posted On Juli 17, 2008

Disimpan dalam curhat

Comments Dropped leave a response

saat ini, cintaku diuji kesetiaannya

mengapa aku bingung?

cinta datang begitu saja

namun bukan kerinduan pada sang kekasih

tapi…

rasa ingin berpaling kepada yang lain

Bodohnya aku

mengapa harus ada rasa terlarang itu?

ingin kupertahankan semua cinta yang aku punya

tapi apa daya

aku jatuh cinta padanya

Tak kuasa batinku menahan hasrat

untuk bisa bersamanya

terkadang ada dalam fikirku

‘Aku ingin bersamanya’

tapi aku telah dimiliki

oleh lelaki yang benar2 mencintaiku

aku tak tega menghancurkan impiannya

aku masih mencintainya

Tuhan apa yang harus aku lakukan?

aku tak ingin menjadi seorang pengkhianat

dan jua pengecut

terhadap jarak yang memisahkan kami berdua